Minggu, 03 Juli 2011

Sepercik Ketulusan dalam Cinta

Awal langkah jemariku  hari ini sampai berani menarikannya di atas keyboard ku tuk memulai sebuah kisah. Hari yang cukup luar biasa..Sangat letih...dipadukan dengan kembalinya senyuman ku dari ..ya Bapa, rasa ini begitu indah. Satu kerinduan yang hanya ku rasakan untuk nya. Meskipun pertama ku lihat hari ini hatiku cukup berantakan dengan rautnya yang cukup berantakan ketika menghadapMu tadi..hhheheh..hatiku memank selalu apa adanya. Benar...Tuhan benar ketika berkata bahwa cinta itu indah. Cinta itu mengajarkan banyak hal..kenyamanan yang hanya ku temukan saat dy menemani&menjagaku..kebahagiaan saat senyumnya terkembang tuk nantikan senyum ku...ketenangan saat matanya ( sekalipun sipit..hhehehe ^^) menatap ku dengan lembut. Tapi ku tak tau kehendak Tuhan, hanya Engkau, Bapa yang mampu ukir setiap awal hingga akhir sebuah kisah...namun ku tak akan berhenti berharap tuk satu keajaiban Bapa..semoga langkah  ku terhenti di hati ini..dan ku mulai sadar..bahwa ku  sungguh2 mencintai hati ini!!!dan q tau ketulusan lah yang mampu membuat q merasakan sebuah cinta..


( sok puitis ya..^^ wkwkk)

Gas Liquid Chromathography

A.   PENDAHULUAN
Pengertian kromatografi menyangkut metode pemisahan yang didasarkan atas distribusi diferensial komponen sampel diantara dua fasa. Menurut pengertian ini kromatografi selalu melibtakan dua fasa, yaitu fasa diam (Stationary Phase) dan fasa gerak (Gerak Phase). Fase diam dapat berupa padatan atau cairan yang terikat pada permukaan padatan (kertas atau suatu adsorben), sedangkan fasa gerak dapat berupa cairan disebut eluen atau pelarut, atau gas pembawa inert.
Umumnya metode kromatografi diklasifikasikan atas jenis fasa yang digunakan dan sebagian berdasarkan mekanisme pemisahanya, salah satunya adalah kromatografi gas. Kromatografi gas sendiri terdiri dari berbagai jenis diantaranya yaitu : kromatografi gas padat (KGP), dan kromatografi gas cair (KGC).
Adapun saat ini yang akan kita bahas adalah metode kromatografi gas cair tau dalam bahasa asing biasa disebut Gas Liquid Chromatography. Kromatografi gas cair termasuk dalam salah satu alat analisa (analisa kualitatif dan analisa kuantitatif), kromatografi gas dijajarkan sebagai cara analisa yang dapat digunakan untuk menganalisa senyawa-senyawa organic ataupun senyawa anorganik. Dimana pada kromatografi gas cair (KGC) ditandai dengan adanya partisi (larutan). Metode ini awalnya kurang berkembang. Penemuan jenis-jenis larutan baru sebagi hasil riset memperluas penggunaan metode ini. Kelemahan metode ini mirip dengan kromatografi cair. Sedangkan kromatografi gas cair sering disebut oleh para pakar kimia organic sebagai kromatografi fasa uap. Pertama kali dikenalkan oleh James dan Martin pada tahun 1952. metode ini paling banyak digunakan karena efisien, serba guna, cepat dan peka. Cuplikan dengan ukuran beberapa microgram sampel dengan ukuran 10 gram masih dapat dideteksi. Sayangnya komponen cuplikan harus mempunyai tekanan beberapa torr pada suhu kolom sehingga cukup sulit.



B.   TINJAUAN PUSTAKA
Kromatografi Gas Cair adalah metode kromatografi pertama yang dikembangkan pada jaman instrument dan elektronika yang telah merevolusikan keilmuan selama lebih dari 30 tahun. Sekarang GLC dipakai secara rutin di sebagian besar laboratorium industri dan perguruan tinggi. GLC dapat dipakai untuk setiap campuran yang berupa cairan dimana memiliki komponennya atau akan lebih baik lagi jika semua komponennya mempunyai tekanan uap yang berarti pada suhu yang dipakai untuk pemisahan. Tekanan uap atau keatsirian memungkinkan komponen menguap dan bergerak bersama-sama dengan fase gerak yang berupa gas. Sedangkan pada kromatografi cair pembatasan yang bersesuaian ialah komponen cairan harus mempunyai kelarutan yang berarti didalam fase gerak yang berupa cairan.
Kromatografi gas lebih serius daripada pembatasan kelarutan pada kromatografi cair, secara keseluruhan memang demikian. Akan tetapi, jika kita ingat bahwa suhu sampai 400¬0C dapat dipakai pada kromatografi gas dan bahwa kromatografi dilakukan secara cepat untuk meminimumkan penguraian, pembatasan itu menjadi tidak begitu diperlukan. Disamping itu, pada Kromatografi gas cair, senyawa yang tak atsiri sering dapat diubah menjadi turunan yang lebih atsiri dan lebih stabil terlebih dahulu sebelum dikromatografi.

Dalam kromatografi gas
cair, fase bergeraknya adalah gas dan zat terlarut terpisah sebagai uap. Pemisahan tercapai dengan partisi sampel antara fase gas bergerak dan fase diam berupa cairan dengan titik didih tinggi (tidak mudah menguap) yang terikat pada zat padat penunjangnya atau biasa disebut juga sebagai solid support.

Ada beberapa kelebihan kromatografi gas
cair, diantaranya kita  dapat menggunakan kolom lebih panjang untuk menghasilkan efisiensi pemisahan yang tinggi. Gas dan uap mempunyai viskositas yang rendah, demikian juga kesetimbangan partisi antara gas dan cairan berlangsung cepat, sehingga analisis relative cepat dan sensitifitasnya tinggi. Fase gas dibandingkan sebagian besar fase cair tidak bersifat reaktif terhadap fase diam dan zat-zat terlarut. Sedangkan Kelemahannya adalah tehnik ini terbatas unruk zat yang mudah menguap.

Kromatografi gas merupakan metode yang tepat dan cepat untuk memisahkan campuran yang sangat rumit. Waktu yang dibutuhkan beragam, mulai dari beberapa detik utnuk campuran sederhana sampai berjam-jam untuk campuran yang mengandung 500-1000 komponen. Komponen campuran dapat diidentifikasikan dengan menggunakan waktu tambat (waktu retensi) yang khas pada kondisi yang tepat. Waktu tambat ialah waktu yang menunjukkan berapa lama suatu senyawa tertahan dalam kolom.waktu tambat diukur dari jejak pencatat pada kromatogram dan serupa dengan volume
tambat dalam dan Rf . Dengan kalibrasi yang patut, banyaknya (kuantitas) komponen campuran dapat pula diukur secara teliti . kekurangan utama KGC adalah bahwa ia tidak mudah dipakai untuk memisahkan campuran dalam jumlah besar.
Selain itu, kolom dapat dipakai kembali dan jika dirawat dengan baik dapat tahan lama. Perawatan harus dilakukan karena penggantian kolom dapat sangat mahal.
 
Satu-satunya pembatas pada pemilihan cairan yang demikian ialah bahwa zat cair itu harus stabil dan tidak atsiri pada kondisi kromatografi. Akan tetapi, keadaan ini berubah akibat pengembangan fase terikat dan pemakaian kolo
m kapiler atau kolom tabung terbuka yang sangat efisien. Pada fase terikat, cairan sebenarnya terikat pada penyangga padat atau pada dinding koplom kapiler, tidak hanya disaputkan.

Pemakaian detector untuk menganalisis fluen kromatograf secara sinambung telah memungkinkan adanya
menambah ketelitian alat. Pada KG, tersedianya berbagai detector, pemakaiannya yang umum untuk banyak jenis senyawa, dan tingkat kepekaannya yang tinggi telah memungkinkan penentuan secara teliti berbagai jenis komponen dalam kisaran yang besar, kadang-kadang dalam jumlah yang sangat kecil. Tersedianya detector selektif, misalnya detector yang hanya mendeteksi senyawa yang mengandung P, N, atau S merupakan hal yang sangat penting pula. Macam – macam detektor antara lain adalah
·         PID  ( Photo Ionization Detector)
·         TCD ( Thermal Conductivity Detector )
·         FID ( Flame Ionization Detector)
·         ECD ( Elekton Capture Detector)
·         Detector Gas Mulia
·      Kelebihan dan keuntungan menggunakan kromatografi cairan gas (KGC)
a. Kecepatan
- Gas merupakan fasa bergerak sangat cepat mengadakan kesetimbangan antara fasa
 bergerak dengan fasa diam
- Kecepatan gas yang tinggi dapat juga digunakan
b. Sederhana
c. Sensitive
   Karena sensitifitas yang tinggi dari KGC maka hnay memerlukan sejumlah kecil     dari cuplikan, biasanya dalam ukuran mikroliter
d. Dapat memisahkan molekul-molekuldari suatu campuran yang sulit dipisahkan dengan cara-cara lain contohnya pemisahan metal ester-metil ester dari asam stearat dengan titik didih 232 C pada tekanan 15 mmHg seperti CH (CH ) COOH
e. Dapat digunakan utnuk analisa kulaitatif dan analisa kuntitatif
f. Alat KGC dapat dipakai dalam waktu yang lama dan berulang-ulang
·      Sedangkan kekurangan menggunakan kromatografi cairan gas (KGC) adalah :
a. KGC berkembang sangat cepat, sehingga sangat sukar dalam memilih fasa ca
ir untuk proses pemisahan
b.
Retention Time berharga dua kali dari waktu retensi udara
c. Dalam KGC didasarkan pada polaritas dari komponen
d. Biasanya pada KGC terdapat kesalahan-kesalahan pada analisanya yang timbul
 dari :
- Cara penyiapan cuplikan
- Penampilan detejtor
- Penampilan pencatat
- Cara kuantitatif
- Perhitungan


C.   TUJUAN ANALISIS
            Adapun tujuan dari analisis menggunakan Gas Liquid Chromatography atau yang disebut juga Kromatografi gas cair  ini adalah :
*        Memperoleh hasil analisa dengan ketelitian yang cukup tinggi
*      Mengetahui proses analisa menggunakan instrumentasi GLC
*     Dapat mengetahui perhitungan konsentrasi suatu sampel secara      dengan menggunakan instrumentasi.
          
D.   MANFAAT ANALISIS
     Sedangkan manfaat yang diperoleh dari analisis Gas Liquid Chromatography atau yang dapat dikenal juga sebagai analisis Kromatografi gas cair adalah :
รผ Digunakan untuk analisa senyawa organik baik kualitatif maupun kuantitatif.
รผ Dapat digunakan dengan cepat dan memperoleh hasil yang cukup akurat.
รผ Sebagai salah satu aplikasi nyata alat instrumentasi

E.   METODE ANALISIS
·          Prinsip Analisis :
Komponen dilarutkan dalam pelarut yang mudah menguap, diinjeksikan ke injektor. Dalam injektor, campuran menguap dan dibawa oleh gas pembawa/pengangkut (biasanya He atau N2) yang dihasilkan oleh silinder gas  masuk ke dalam kolom. Kolom ini terletak dalam pemanas yang suhunya dapat diprogram. Pemisahan terjadi dalam kolom berdasarkan prinsip yang sama seperti yang dijelaskan dalam ilustrasi. Komponen-komponen yang dipisahkan terelusi satu demi satu oleh detektor, dan sinyal dalam bentuk puncak akan dihasilkan oleh pencatat.  


.

·          Bagian – bagian Gas Liquid Chromatography
Bagian-bagian dari GLC bila ditinjau dari dalam:
a.      Gas pembawa/pengangkut.
Gas pengangkut (carrier gas) ditempatkan dalam silinder gas bertekanan tinggi. Biasanya tekanan silinder sebesar 150 atm.
Syarat-syarat pengangkut:
a.       Harus inert; tidak bereaksi dengan cuplikan, cuplikan-cuplikan larut, dan material dalam kolom.
b.      Murni, mudah diperoleh, dan murah.
c.       Sesuai/cocok untuk detektor.
d.      Harus mengurangi difusi gas.
Gas yang paling sering dipakai adalah helium atau argon. Karena, tidak mudah terbakar, konduktivitas panasnya tinggi, molekul kecil tetapi harganya sagat mahal.Berdasarkan faktor ekonomi maka H2 dan N2 digunakan sebagai gas pengangkut. H2 mudah terbakar sehingga harus berhati-hati dalam pemakaiannya. Terkadang yang digunakan CO2.
b.      Pengatur tekanan dan pengatur aliran.
Digunakan untuk mengontrol laju aliran dan tekanan gas pembawa.
c.       Tempat injeksi (the injection pot) atau injektor
Dalam pemisahan denghan GLC, cuplikan harus dengan fasa uap. Gas dan uap dapat dimasukkan secara langsung. Mengandung ruang pemanas, yang berfungsi untuk menguapkan sampel. Banyaknya sampel yang di injeksi tergantung pada tipe kolom yang digunakan. 1/10  ยตL to 1/20  ยตL untuk packed coloumn and sekitar 10-3 ยตLuntuk capillary coloumn.                     
Suhu tempat injeksi sekitar 50oC lebih tinggi dari titik didih campuran cuplikan yang mempunyai titik didih yang paling tinggi.
Cuplikan dimasukkan kedalam kolom dengan cara menginjeksikan melalui tempat injeksi dengan pertolongan jarum injeksi yang sering disebut “a gas tight syringe”.
Perlu diperhatikan, kalau kita tidak boleh menginjeksikan cupliikan terlalu banyak, karena GLC sangat sensitive.

d.      Kolom
Kolom merupakan jantung dari kromatografi gas. Bentuknya dapat berupa lurus, bengkok. misal: berbentuk V,  W dan kumparan/spiral. Kolom selalu berbentuk tabung.
2 tipe kolom yang biasa digunakan :
1.      Packed Column
Memiliki panjang 1.5 – 10 m dan mempunyai diameter dalam 2-4 mm.
2.      Capillary column
Memiliki panjang 25 – 60 m dan mempunyai diameter dalam sepersepuluh mm.
                        Tabung ini dapat terbuat dari:
·         Tembaga
·         Plastik/Teflon dipakai pada suhu yang tidak terlalu tinggi
·         Baja/stainless steel
·         Aluminium
·         Gelas
Pada GSC kolom diisi dengan penyerap (adsorpment) sedangkan pada GLC kolom diisi dengan “solid support” (padatan pendukung) yang diikat denagan fasa diam.

ISI KOLOM
a.       Padatan pendukung
Padatan pendukung berfungsi mengikat fasa diam. Kebanyakan zat ini berupa tanah diatome yang telah dipanaskan/dikeringkan.pendukung ini disebut “diatomite”.
Persyaratan dari padatan yang baik adalah:
1.      Inert (tidak menyerap cuplikan)
2.      Kuat, stabil pada suhu-suhu tinggi.
3.      Memiliki luas permukaan yang besar, yaitu 1-20m2/g
4.      Permukaan yang teratur, ukuran sama, ukuran pori sekitar 10ยต
5.      Harus mempunyai tahanan yang rendah terhadap gas pengangkut
Padatan pendukung yang biasa digunakan adalah kiesel guhr (forementionned-diatomaceous earth). Nama dalam perdagangan:
¨      Diatoport
¨      Celite
¨      Chromosorb

b.      Fase diam
Dalam fase diam berupa cairan. Pada fasa inilah pemisahan komponen-komponen dari cuplikan terjadi. Dasar kerja adalah partisi antara fasa cairan dan fasa bergerak.

e.       Detektor
Digunakan untuk mendeteksi komponen-komponen cuplikan yang telah terpisah


DASAR KERJA KOLOM DALAM GLC

Proses GLC adalah mirip dengan ekstrasi. Proses pemisahan dapat dipandang sebagai serangkaian dari partisi dimana cuplikan masuk ke dalam larutan fasa dan selang beberapa waktu akan teruapkan lagi. Jadi fasa cair menahan molekul-molekul cuplikan. Gerakan oleh fasa bergerak. Afinitas cuplikan terhadap fasa cair menentukan berapa lama cuplikan ditahan. Senyawa-senyawa yang mempunyai afinitas rendah terhadap fasa diam akan keluar dari kolom kemudian.
a)      Teori Plat
Konsep tentang pelat adalah imaginer : suatu kolom GLC tidak memiliki pelat-pelat, tetapi merupakan penggambaran partikel-partikel (bentuk bulatan) yang tertarik/terikat fasa cair seperti halnya dalam GLC. Dasar teori Plat adalah dari distribusi.
b)      Teori Kelajuan
Teori kelajuan telah dikembangkan oleh seorang Belanda Van Deemter, persamaan yang diturunkannya disebut Persamaan Van Deemter.
Bentuk Persamaan tersebut adalah :
HETP = A + B / u + C u
u adalah kecepatan linier gas (kelajuan aliran) melalui kolom. Besaran-besaran A, B dan C penyebab utama terjadinya pelebaran puncak :
A.    Difusi Olakan (the eddy diffusion), efek jalan ganda
B.     Difusi molekuler, pendefusian solute dalam gas pengangkut
C.     Penahanan terhadap perpindahan massa, ini adalah ukuran dari jumlah atau kekentalan dari fasa diam (cair) di dalam kolom GLC.
SUHU PADA GLC
a) Suhu tempat injeksi  yang disimpulkan sebagai berikut :  
1.      Harus cukup tinggi untuk menguap cuplikan agar diperoleh bentuk puncak yang paling baik
2.      Tidak terlalu tinggi, sebab kalau terlalu tinggi akibatnya kemungkinan terjadinya perubahan oleh panas atau peruraian dari molekul-molekul 

                        b) Suhu kolom
1. Dalam semua hal : diatas titik lebur dari fasa  cair, tetapi di bawah suhu maksimum yang diperbolehkan dari fasa cair
      2.  Dalam praktek suhu kolom berdasarkan atas kompromi.
3.  Waktu retensi menjadi dua kali lipat untuk setiap kenaikan 30°C penurunan suhu kolom.
c) Suhu Detektor
Cukup tinggi untuk mencegah kondensasi dari cuplikan.
-             Dengan TCD, suhu detector harus tetap dijaga, tetap ± 0,1°C.
-             Untuk FID pengontrolan suhu tidak begitu penting  


·           Petunjuk cara kerja
       Walaupun beberapa system KGC sangat rumit, pada dasarnya cara kerjanya sama. Jika KGC telah dinyalakan maka dapat dilakukan beberapa langkah berikut ini ;

1. i
nstrumen diperiksa, terutama jika tidak dipakai terus-menerus. Ini dilakukan untuk mengecek apakah telah dipasang kolom yang tepat, apakah septum injector tidak rusak (apakah ada lubang besar atau bocor karena sering dipakai), apakah sambungan saluran gas kedap, apakah tutup tanur tertutup rapat, apakah semua bagian listrik bekerja dengan baik, dan apakah detector yang terpasang sesuai.

2. aliran gas kekolom dimulai atau disesuaikan. Ini dilakukan dengan membukan katup utama pada tangki gas dan kemudian memutar katup (diafragma) sekunder kesekitar 15psi dan membuka katup jarum sedikit. Ini memungkinkan aliran gas yang lambat (2-5 ml)/menit untuk kolom kemas dan sekitar 0,5ml/menit untuk kolom kapiler melewati system dan melindungi kolom dan detector terhadap perusakan secara oksidasi. Dalam banyak instrument modern, aliran gas dapat diatur dengan rotameter atau aliran otomatis atau pengendali tekanan, atau dapat dimasukkan melalui modul pengendali berlandas mikroprosesor. Apapun jenisnya, sambungan system (terutama sambungan kolom) harus dicek dengan larutan sabun untuk mengetahui apakah ada yang bocor, atau dengan larutan khusus untuk mendeteksi kebocoran (SNOOP),atau dapat juga dengan larutan pendeteksi kebocoran niag
a

3. kolom dipanaskan sampai suhu awal yang dikehendaki. Ini dilakukan, pada instrument buatan lama, dengan memutar transformator tegangan peubah yang mengendalikan gelungan pemanas dalam tanur sekitar 90 V.

             
F.    Aplikasi kromatografi gas cair

Kromatografi gas telah digunakan pada sejumlah besar senyawa-senyawa dalam berbagai bidang. Dalam senyawa organic dan anorganik, senyawa logam, karena persyaratan yang digunakan adalah tekanan uap yang cocok pada suhu saat analisa dilakukan. Berikut akan kita lihat beberapa kegunaan kromatografi gas pada bidang-bidangmya adalah :
a. Polusi udara
Kromatografi gas merupakan alat yang penting karena daya pemisahan yang digabungkan dengan daya sensitivitas dan pemilihan detector
FID menjadi alat yang ideal untuk menentukan banyak senyawa yang terdapat dalam udara yang kotor, FID dipakai untuk menetukan Alkil-Alkil Timbal, Hidrokarbon, aldehid, keton SO , H S, dan beberapa oksida dari nitrogen dll
b. klinik
Diklinik kromatografi gas menjadi alat untuk menangani senyawa-senyawa dalam klinik seperti : asam-asam amino, karbohidrat, CO , dan O dalam darah, asam-asam lemak dan turunannya, trigliserida-trigliserida, plasma steroid, barbiturate, dan vitamin
c. Bahan-bahan pelapis
Digunakan untuk menganalisa polimer-polimer setelah dipirolisa, karet dan resin-resin sintesis
d. Minyak atsiri
Digunakan untuk pengujian kulaitas terhadap minyak permen, jeruk sitrat, dll
e. Bahan makanan
Digunakan dengan TC
D dan kolom-kolom, untuk mempelajari pemalsuanatau pencampuran, kontaminasi dan pembungkusan dengan plastic pada bahan makanan, juga dapat dipakai unutk menguji jus, aspirin, kopi dll
f. Sisa-sisa peptisida
ECD dengan detector yang sensitive dapat menentukan atau pengontrolan sisa-sisa peptisida yang diantaranya senyawa yang mengandung halogen, belerang, nitrogen, dan fosfor
g. Perminyakan
Kromatografi gas dapat digunakan unutk memisahkan dan mengidentifikasi hasil-hasildari gas-gas hidrokarbon yang ringan
h. Bidang farmasi dan obat-obatan
Kromatografi gas digunakan dalam pengontrolan kualitas, analisa hasil-hasilbaru dalam pengamatan metabolisme dalam zat-zatalir biologi
i. Bidang kimia/ penelitian
Digunakan untuk menentukan lama reaksi pada pengujian kemurnian hasil


G.PENUTUP
Dari informasi yang didapatkan banyak sekali informasi yang didapatkan dari penggunaan kromatografi gas, diantaranya adalah
sebagai analisis untuk bahan makanan, klinik, dan juga dapat digunakan untuk mengetahui banyaknya senyawa yang kotor dalam udara yang sering dihirup oleh manusia, yang tentu saja dengan metode ini kita akan tahu apa saja yang terdapat didalamnya, dan tentu saja masih banyak lagi manfaat dan kegunaan dari penggunaan kromatografi gas yang tidak dapat kami sebutkan dalam makalah ini.

H.DAFTAR PUSTAKA
Sastrohamodjojo Harddjono Dr. Kromatografi. IPB Press. Bogor 1985 Underwood, Analisis Kimia Kuantitatif, Erlangga Jakarta. 2004
Soebagio, Drs Dkk, Kimia Analitik II, Jica Common Textbook, Malang 2002
J.BASSETT,dkk.Vogel Analisa Kuantitatif Senyawa Anorganik.Penerbit EGC.Jakarta.1994